“Cinta adalah Pilihan”
Sepotong asa masih tersisa,…
membuatku mendekap harap
‘tuk tempatkan memory indah
dalam setiap elegi sanubari…..
Namamu sempat terpahat dihatiku
mengukir selaksa suka dan duka direlung kalbu
walau smua ‘tlah berlalu…
walau smua ‘tlah berpacu…
namun, kau pernah menjadi yang terindah dihidupku.
Jalan berpisah tlah kita pilih
kususuri langkahku, kau jalani kehidpanmu
namun, sejujurnya disetiap butir nafas yang tergulir
munajat do’a agar kau rengkuh bahagiamu,
tak akan berakhir.
Cinta memang sebuah pilihan,
dan kita sudah memilih untuk berpisah
namun bagiku, perpisahan bukanlah akhir segalanya
dan takdir telah mengukirmu
menjadi bagian dari hidup dan kehidupanku.
( TT. 17 Desember 2008)