Happy or Sad Ending???????????

Posted on Januari 18th, 2009 in Tak Berkategori by merry

Ketika kesepian itu kembali menghampiriku, hujan tak kunjung reda.
yang terdengar hanya bunyi hujan menitik. Kucoba resapin,……….

“Satu persatu telah kuhapus cerita lalu,..
diantara engkau dan aku,…
Dua hati kita pernah berjaya,..
1000 mimpi tanpa ragu dan curiga

Satu persatu telah kuhapus
beribu puisi yang dulu kutulis untukmu
rasa yang dulu pernah ada,..
kini berdebu terbelenggu dusta dan noda

Aku tak ingin lagi menunggu menanti
Harapkan tuk hidupkan cinta yang telah mati,…
Aku tak ingin coba,..hanya untuk kecewa
lelah kini tersenyum lelah ku bersandiwara
aku ingin terbang dan berganti hati dengan malaikat,..”

Aku ingin bicara, tapi bibirku terkunci rapat. Lelah rasanya menjalani hidup seperti ini. Seperti sebuah bom waktu dihatiku, yang pada waktunya pasti akan meledak. Aku menunggu BOM itu meledak. Jantungku berpacu dengan cepat ketika bayangan itu menghampiri. Happy ending or Sad Ending?????????????? Jawabannya pasti akan aku tulis ketika bom itu akan meledak,…

“Cinta adalah Pilihan”

Posted on Desember 19th, 2008 in Tak Berkategori by merry

Sepotong asa masih tersisa,…
membuatku mendekap harap
‘tuk tempatkan memory indah
dalam setiap elegi sanubari…..

Namamu sempat terpahat dihatiku
mengukir selaksa suka dan duka direlung kalbu
walau smua ‘tlah berlalu…
walau smua ‘tlah berpacu…
namun, kau pernah menjadi yang terindah dihidupku.

Jalan berpisah tlah kita pilih
kususuri langkahku, kau jalani kehidpanmu
namun, sejujurnya disetiap butir nafas yang tergulir
munajat do’a agar kau rengkuh bahagiamu,
tak akan berakhir.

Cinta memang sebuah pilihan,
dan kita sudah memilih untuk berpisah
namun bagiku, perpisahan bukanlah akhir segalanya
dan takdir telah mengukirmu
menjadi bagian dari hidup dan kehidupanku.

( TT. 17 Desember 2008)

“nO Title”

Posted on Desember 14th, 2008 in Tak Berkategori by merry

Biusan angin malam

Menyelinap lewat jendelaku

Menembus kulit ari

Yang membuat tubuh terbujur kaku     

Bayangan kelam itu      

menjadi satu-satunya yang terindah     

hasrat yang terdahulu     

tak ingin terpisah setelah bertemu

takdir berkata lain…..

selimut biru yang dulu mampu menghangati tidurku…

kini lenyap terbawa sepinya malam

seiring perginya dia dari hidupku. 

” Sajak Buat IBU”

Posted on Desember 14th, 2008 in Tak Berkategori by merry

Ibu, bersimpuh aku di bawah telapak kakimu

Bukan berharap surgamu

Tetapi kuharap engkau tahu

Bahwa di kakimulah kuletakkan abdiku Sebagai anak yang berbakti padamu 

Ibu, saat gerimis menitiskan hujan

Tak bosan kupanjatkan do’a kehadirat Tuhan

Agar di sepanjang perjalanan kehidupan

Seluruh pengabdian dapat tercurahkan

Kepadamu, dengan segenap-genapnya pengorbanan 

Yakinlah ibu, akulah anakmu …

Yang akan meletakkan kebahagiaan di relung hatimu

Yang akan membangun masa depan ‘tuk sandaran hari tuamu

Karena telah kupasrahkan sumpah dalam yakinku

Hidup dan matiku demi menganvaskan senyum di celah-celah bibirmu 

Ibu, aku mencintaimu

Dengan segenap ayat-ayat rinduku

Karena, disetiap hembus nafasku

Telah kutajwidkan kesucian kasihmu

Untuk selalu tadaruskan rasa sayangku

Dalam menjagamu, hingga di penghujung mautku … 

Thanx

Posted on September 4th, 2008 in Tak Berkategori by merry

Thanx babget yach buat yang dah kasih comment,..

Liat aja FS aku di merryardina@yahoo.com.

Aku tinggal disebuah kota kecil didaearah Sumatera Utara (Tebing Tinggi)

Rp. 30.000,. menghidupi 13 orang anak.

Posted on September 4th, 2008 in Tak Berkategori by merry

Sebelum aku mebuat Tulisan ini, aku merenung dan terus merenung dan aku meminta maaf jika aku harus mengexpose kehidupan orang lain yang sangat memprihatinkan.
Ada seorang Ibu sebut saja “X” dia mempunyai 12 orang anak, klu aku gak salah anak pertama umur 15 tahun dan 2 bulan terakhir aku dengar dia baru saja melahirkan anaknya yang ke-13. Suaminya hanya seorang penarik becak, sedangkan si X dan anak ke-2nya harus pergi setiap hari ke perkebunan Sawit untuk mengambil sayuran liar (Daun ubi = daun singkong), dan menurut pengakuan si X satu hari dia hanya mendapatkan uang maksimal Rp. 30.000,. Coba kita bayangkan untuk mencukupi kebutuhan anak sebanyak 13 orang anak apa itu cukup????
Dan satu malam aku mendengar pertengkaran yang hebat didepan rumah aku, ternyata dia dan suaminya. Tetangga aku bilang sang suami mempunyai WIL. Oh my gosh, aku berucap.
Aku bingung,.. sang suami kok bodoh banget, dia punya anak 13 orang dengan penghasilan yang bisa dibilang kurang tapi masih bisa punya WIL.
Keesokan harinya aku melewati Gubuk mereka, hanya berlantai tanah dan beratap jerami. Aku melihat 4 orang anaknya yang masih kecil-kecil, airmataku menetes tanpa bisa berbuat apa-apa. Sebab aku takut klu aku memberikan sesuatu orang tua mereka tersinggung. Para tetangga bilang si X gak mau dikasihani. Aku melihat wajah mereka lusuh, baju jadul dan sobek warnanya juga pudar. Pipi mereka gemuk tapi aku yakin bukan gemuk sehat tapi gemuk penyakit, atau bisa dibilang kurang vitamin. Aku bingung melihat si “X” kenapa dia mau punya anak 13 orang sementara penghasilan hanya mencukupi buat makan, itu juga belum tentu terpenuhi. Anak itu emank anugrah, tapi kalau tersiksa apa itu juga masih anugrah?????????
Sampai aku menulis ini, aku masih bingung dengan keluarga ini. Bagaimana nasib anak-anak mereka yang tidak pernah mengenal bangku sekolah. Sampai kapan mereka akan seperti sekarang ini??? Aku hanya berharap keajaiban singgah dalam keluarga ini.
Aku hanya bisa berdoa dan juga mengusap dada setiap aku melihat mereka, karena aku tidak bisa berbuat apa-apa. God, singgahkan keajaiban dalam keluarga INI, aku menulis ini juga memohon doa buat Keluarga ini.
Valentine Phonesel 02 - September - 2008

“Bocah-bocah Trotoar

Posted on Agustus 17th, 2008 in Tak Berkategori by merry

Siang itu,kala mentari tepat siatas kepalaku.Saat itu pukul 12:00 Wib,aku melangkahkan kaki turun dari sebuah angkutan umum persimpangan lampu merah.
Ketika aku mulai memijakkan kaki diatas jalan raya,mataku tertuju kepada sosok bocah
tanpa baju. Wajahnya merah merona,dahinya dipenuhi peluh,badan kurus yang terlihat garis garis tulang di punggungnya.

Ditagannya ada sebilah kayu dengan tutup-tutup botol dipakukan. Dia pukul-pukulkan benda tersebut hingga mengeluarkan suara gemerincing. Dia bernyanyi dan bergaya seperti layaknya seorang penyanyi profesional,aku hanya bisa terpaku mataku tak ingin terlepas dari sosok itu.
aku mencoba mengahampiri,aku mengajak bicara tapi dia terus bernayanyi dan hanya bisa memberiku senyuman. Aku keluarkan pecahan Rp.1000,.dan aku masukkan ke sebuah plastik yang dia pegang,kembali dia melempar senyum seraya mengucapkan terima kasih.Dia berlalu,aku menghela nafas,tanpa kusadari airmataku menetes. Aku bersyukur karena lebih beruntung dari dia.
Kembali pandanganku tertuju kepadanya,dia berlari menghampiri teman -temannya yang tengah asyik berkumpul disebuah emperan toko,mereka memperebutkan sebungkus nasi.
Mereka kelihatan lahap sekali dan sesekali meneguk air didalam botol aqua,entah darimana mereka mendapatkan minuman itu karena yang aku perhatikan air itu menguning dan keruh.
Pandanganku masih belum ingin berlalu dari mereka.
Waktu tak berpihak kepadaku,hujan mengguyur kota kecil ini. Bocah - bocah itu masih harus betah berkumpul diemperan toko.
Ketika aku hendak berlalu ,ada pemandangan indah yang aku lihat. Mereka berhamburan dan berlari ditengah derasnya hujan,aku terenyum melihat tingkah bocah - bocah itu. Mereka tertawa lepas,seolah tiada beban,namun yang terbersit dibenakku hanya kasihan mereka,masih kecil harus dijalanan tuk mencari sesuap nasi. Aku berlalu dari mereka,disepanjang perjalan aku terus mengucap syukur karena hidupku tidak sepahit mereka.

Aku menyesal karena terkadang aku mengeluh setiap mengahadapi masalah,kini aku menyadari arti dari pepatah “MASIH ADA LANGIT DIATAS LANGIT” dalam hal ini aku melihat “ADANYA KEPAHITAN DIATAS KEPAHITAN”.

give me away

Posted on Agustus 6th, 2008 in Tak Berkategori by merry

Tuhan,…
mengapa engkau tiada henti memberikan kami cobaan.
Orang2 yang kusayang harus mendapat derita ang berkepanjangan…
Tuhan…aku tahu ini dari padaMu,..
namun aku mohon,beri kami celah kebahagiaan,..

Tuhan,..
aku menyayangi MEREKA
Aku menyayangi dia,…
Berika kami jalan yang terbaik dalam hadapin semua ini.
Aku yakin kau slalu ada dalam HATI,JALAN,
dan ditengah2 keluargaku dan orang2 yang kusayang.

God give me away

“Indah tapi susah”

Posted on Juli 4th, 2008 in Tak Berkategori by merry

Pertanyaan demi pertanyaan slalu terjawab di hidupku,…
tapi satu pertanyaan yang belum bisa aku jawab sampai detik ini,..
“mengapa aku harus meneteskan airmata”
Apa karena sifat burukku,kenaifanku atau kemunafikanku????????

Aku kehilangan jati diri ku,aku kehilangan aku yang dulu,…
yang slalu ingin menjadi nomor “1″
Yang terjadi malah yang sebaliknya,jauh dari angan dan impianku…
apa aku sanggup jalanin ini semua,sampai kapan?????

Dimata mereka aku ceria,aku baik budi..
aku buruk,mungkin aku juga penghianat.
dimataku (????????????)
dimata Tuhan,siapa aku Tuhan dari biji mataMu??

Hidup itu indah ketika impianku bisa kugapai,…
kulihat di sekitarku,semuanya indah.
Kala terjatuh,lelah dan susah,
kemana aku melangkah selalu susah,kiri kananku semuanya susah.

Hhmm,..inilah hidup yang harus kujalani.
God,thanx for life.”Beautiful but difficult”.
i’ll try to make it easy.

“Mama,cintaMu yang menguatkanKu”

Posted on Juli 4th, 2008 in Tak Berkategori by merry

Mama,…
Aku kangen mama,aku ingin menangis dipelukan mama…
semua yang dulu ada kini tlah hilang,semuanya pergi.

andai mama didekatku,..
tangan lembutmu pasti menghapus airmata-ku,..
mama,aku ingin tidur dalam pelukanmu,..
hanya cintamu yang mampu menguatkan aku saat ini.

Mama,kau payungku dalam hujan dan panas,..
kaulah kartini sejatiku,..
bagiku kau mentari yang tiada lelah menyinari bumi,..
aku takut kalau aku harus kehilangan mama.

Mama,peluk aku dalam mimpimu,..
rangkul aku dalam khayalmu,..
sebut namaku dalam do’a mu
ma cintamu yang slalu menyertai perjalanan aku.

Ketika aku kehilangan arah,..
hanya kasihmu yang mampu membuatku tenang.
Bayanganmu yang slalu menegarkan aku,dikala aku putus asa.
Mum,…YOU ARE MY “IDOL”

Halaman Berikutnya »